Saturday, August 23, 2008
Hadits tentang Dunia Vs Akhirat
Friday, August 22, 2008
Manuasia Bertanya, Al Quran Menjawab
Manusia Bertanya :
Kenapa aku diuji?
Qur’an Menjawab :
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)
Manusia Bertanya :
Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur’an Menjawab :
………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)
Manusia Bertanya :
Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur’an Menjawab :
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286)
Manusia Bertanya :
Aarghh…. aku frustrasi..!!
Qur’an Menjawab :
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)
Manusia Bertanya :
Aku sudah putus asa.
Qur’an Menjawab :
………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)
Manusia Bertanya :
Lalu aku harus bagaimana?
Qur’an Menjawab :
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)
Manusia Bertanya :
Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur’an Menjawab :
….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)
Manusia Bertanya :
Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur’an Menjawab :
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)
Sumber: http://www.myhakeem.co.cc/
Menjelang Ramadhan
Mari kita Senantiasa Setting NIAT,Upgrade IMAN,Download SABAR, Delete DOSA, Approve MAAF & Hunting PAHALA, ...Agar Kita Getting GUEST LIST Masuk SURGA-Nya.
Pulang ke kampung SURGA Yuuukkk!!!! Pakai Mobil JIHAD yang Berbahan Bakar ISTIQOMAH,Dengan Sopir KEIKHLASAN,Lewat Jalan IMAN,,eettt Jangan Lupa bawa Peta QUR'AN & SUNNAH,juga Bekal TAQWA.....Semoga Qta ketemu disana.Kini Ramadhan akan tiba beberapa hari lagi, dengan kerendahan hati maafkanlah segala kesalahan.
MARHABAN YA RAMADHAN. "Allahumma Bariklana fi Rajaba wa Sya'bana Wa Balligna Ramadhan" Selamat mempersiapkan diri tuk sambut ibadah Saum 1429 H. Mari kita kuatkan Iman, bersama menyongsong Bulan penuh Rahmah, Maghfirah dan Berkah.
-Disadur dari seorang teman-
Wednesday, August 20, 2008
Cerita seorang ikhwan
disela-sela pengajian rutinan,
ba'da materi munakahat.,
para ikhwan menarik nafas panjang-panjang..,
subhanallah...
begitu indahnya pernikahan itu...
lirih mereka didalam hati.,
ustadz kembali mempertegas tantangannya..,
kaifa akhi fillah..,
antum semua belum siap-siap juga...
bukankah sebentar lagi antum sudah mau lulus...
-
para mad'u semua tersenyum,
dan serempak saling bertatapan...
namun,
tak satupun yang berani menjawab tantangan ustasdz
secara konkrit,
(tidak cukup dgn senyuman akh).
-
melihat keadaan,
ustadz akhirnya angkat bicara..,
antum akh..,
gimana sudah siap untuk maju..
mad'u dengan polosnya menjawab..,
ana mah siap-siap aja tadz..,
kumaha akhwatnya saja..
Happy
-
ustadz melanjutkan..,
sudah ada kecendrungan kah..?
mad'u tersenyum..,
dan tidak berani mengungkapkannya..
(dalam hati mah ada)..
insyaAllah nanti ana bicarakan lebih serius tadz,,
dan pengajian pun bubar...
-
diluar pengajian..,
para mad'u kembali membahas..
memanglah,
para ikhwan selalu tidak jantan..,
giliran diluar baru angkat bicara..
ketika ada ustadz,
tidak mau terang-tearngan..
-
akh..,
kemaren ana ngobrol-ngobrol ama kang anu..
katanya..,
biar cepat diproses..,
kita langsung aja nyerahin referensi nama..
seperti yang ditantang ustadz tadi,
kalo kita nungggu-nunggu,
itu akan lama..
-
maksud loeh...?
jawab ikhwan yang satu...,
maksudnya kita harus sudah booking-bookingan dari sekarang..?
ente bisa aja..,
emang kamar hotel dibooking segala..
maksudnya gini akh..,
kita kan punya lirikan,
yaa dari pada didiemin..,
mending kita usulkan..
-
tapi kondisinya gini akh..,
sekarang ini..
kalo ikhwan tidak perlu khawatir..,
kayak kata antum tadi..,
seperti pake booking segala
itu tidak perlu,
itu namanya qhodoya...
untuk sekarang,
yang ikhwan bisa saja itsar..
mendahulukan saudara yang lain...
(padahal karena tdk sesuai dgn pilihan)..
soalnya urusan stok masih berlimpah ruah..
-
satu banding delapan gitu loh..
tegas sang ikhwan yang satu...
masyaAllah..
afwan-afwan..,
yang pasti kita harus mempersiapkan diri,
dengan sungguh-sungguh..,
urusan siapa calonnya,
kita terima apa adanya saja..
bukan begitu...?
-
berbeda dengan akhwat..,
zaman sekarang..
tidak ada kata itsar..,
kalo itsar akan tertinggal..
karena tidak akan lewat dua kali..
begitu akhi semua..
jelasin mas'ul kelompok mereka..
-
serentak menganggukkan kepala..
dan disambut dengan gembiranya...
tapi...mereka nggak sadar..
bahwa disana.
banyak akhwat-akhwat
yang resah dan gelisah..
apalagi umurnya
sudah mendekati kepala tiga..
-
akhi....,
bukan senyuman untuk mengatasi masalah begini..
tapi konkritnya kita sudah siap apa belum...
tambah sang mas'ul..
ikhwan yang lain serentak menjawab....
kita itsar akhi...
antum duluan lah....
n_n happy n_n
cerita dari seorang ikhwah....
benarkah ini realita yang terjadi...?
wallahu a'lam, mari kita cari solusi bersama...!
Sumber: Dari seorang ikhwan